Kamis, 21 Februari 2019

Makalah Ekonomi


TUGAS EKONOMI
“ALAT-ALAT PEMBAYARAN DAN MATA UANG”
                                                                     


NAMA SISWA
KELAS X IIS.1
174334




NAMA SEKOLAH
TAHUN AJARAN 2017 – 2018









KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah S.W.T atas limpahan rahmat dan hidayah Nya sehingga Makalah Ekonomi berjudul “Alat-alat pembayaran dan mata uang” dapat terselesaikan, meskipun jauh dari sempurna.
Laporan Makalah ini disusun guna melengkapi tugas Ekonomi
Semoga Makalah ini bermanfaat bagi pembaca, khususnya generasi muda. Agar dapat mengetahui lebih banyak tentang mata uang.
Makalah
Alat-Alat Pembayaran dan Mata Uang
ini disusun sebagai upaya partisipasi untuk mengetahui lebih detil tentang alat-alat pembayaran dan mata uang, khususnya pada anak-anak dan remaja.
Harapan makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, khususnya para siswa.
Kami menyadari masih terdapat berbagai kekurangan di sana-sini. Untuk itu segala saran dan kritik demi perbaikan  Makalah  ini sangat kami harapkan.

        


 Barru 20, Februari  2018
                                                                                                                    
  Penyusun



DAFTAR ISI
Halaman Judul ....................................................................................................
Kata Pengantar ....................................................................................................
DAFTAR ISI ...................................................................................................
BAB I          PENDAHULUAN.......................................................................
A. Latar Belakang ........................................................................
B.  Rumusan Masalah .................................................................
C.  Tujuan .....................................................................................
BAB II        PEMBAHASAN .........................................................................
A.    Alat pembayaran Tunai dan Nontunai ..................................
B.     Produk Bank ..........................................................................
C.     Jenis-Jenis Uang ....................................................................
D.    Nama-Nama Mata Uang di Dunia ........................................
E.     Jenis-Jenis Uang Yang Pernah Berlaku di Indonesia ............
BAB III      PENUTUP .................................................................................... 
A.  Kesimpulan .............................................................................  
B.  Saran .......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................
i
ii
iii
1
1
1
1
2
2
4
7
10
13
17
17
17
18


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang

Mata uang terus berkembang dari zaman ke zaman. Di Indonesia terdapat lebih dari satu mata uang yang pernah berlaku, seperti mata uang kampua, tembaga, krishnala, dan yang lainnya. Setiap mata uang pasti memiliki sejarahnya masing-masing yang akan dijelaskan di dalam makalah ini.

B.   Rumusan Masalah

A.      Jenis-Jenis alat pembayaran tunai dan nontunai
B.       Produk-produk bank
C.       Jenis-jenis uang
D.      Mata uang
E.       Jenis-jenis mata uang yang pernah berlaku di indonesia

C.   Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut:
      Memenuhi tugas Ekonomi dari guru kami
      Menambah wawasan
      Sebagai media pembelajaran




BAB II
 PEMBAHASAN

Alat pembayaran secara umum dibagi menjadi dua, yakni alat pembayaran tunai dan alat pembayaran non tunai, Alat pembayaran tunai tiada lain adalah uang rupiah sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya. Adapun alat pembayaran non tunai secara umum dibagi menjadi dua, yaitu alat pembayaran berbasis kertas {paper based) antara lain cek, bilyet giro, dan nota debet; alat pembayaran berbasis elektronik (elektronic based) yakni kartu ATM/debit, kartu kredit dan uang elektronik (e-money). Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan sebagai berikut.

Cek merupakan suatu perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah dana. Cek dikenal ada tiga macam, yaitu cek atas unjuk, cek atas nama, cek silang. Adapun giro bilyet adalah surat perintah nasabah bank untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya kepada rekening nasabah yang lain yang ditunjuk. Giro bilyet tidak dapat ditukarkan dengan uang tunai di bank penerimanya.

Adapun Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) adalah alat. pembayaran berupa kartu kredit dan kartu ATM/debit. Kartu kredit adalah APMK yang dapat digunakan untuk berbelanja pada pedagang, sumber dana berasal dari pinjaman (kredit) yang diberikan penerbit serta dikenakan bunga/denda jika membayar setelah jatuh tempo atau angsuran. Kartu kredit dapat diartikan juga sebagai kartu yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga pembiayaan lainnya yang diberikan kepada nasabah untuk digunakan sebagai alat pembayaran.

Adapun kartu ATM adalah APMK yang dapat digunakan untuk melakukan tarik tunai, cek saldo, transfer dana antar dan intra-bank, sumber dana berasal dari simpanan dan saldo simpanan akan berkurang secara langsung pada saat transaksi. Kartu ATM dapat diartikan juga sebagai alat pembayaran berbasis kartu yang penyelesaian transaksinya dilakukan melalui mesin ATM. Layanan ATM di Indonesia mulai cliperkenallcan pada awal 1990-an.

Adapun kartu debit adalah APMK yang dapat digunakan untuk berbelanja pada pedagang dan debit tunai, sumber dana berasal dari simpanan dan saldo simpanan akan berkurang secara langsung pada saat transaksi. Kartu debit dapat diartikan juga sebagai alat pembayaran berbasis kartu yang pembayarannya dilakukan dengan pendebetan langsung ke rekening nasabah pada bank penerbit kartu. Beberapa bank penerbit kartu telah mengombinasikan kartu debet dan kartu ATM dalam satu kartu (kartu debit ATM).


Jika kartu debit digunakan untuk bertransaksi di mesin ATM, maka kartu tersebut dikenai sebagai kartu ATM. Namun, apabila digunakan untuk transaksi pembayaran dan pembelanjaan non tunai dengan menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture), maka kartu tersebut dikenai sebagai kartu debet.

Setiap pemegang kartu diberikan nomor pribadi (Personal Identification Number - PIN) yang bersifat rahasia untuk keamanan dan kewenangan melakukan transaksi. Untuk kartu debet, selain otorisasi dengan PIN, dimungkinkan pula otorisasi dengan tanda tangan seperti halnya kartu kredit. Batas (limit) transaksi kartu kredit dan kartu ATM bergantung dari jenis kartunya. Umumnya terdiri atas limit jumlah dan frekuensi transaksi, baik untuk penarikan tunai, belanja maupun transfer.

Selain kartu kredit, kartu ATM/debit, terdapat pula apa yang disebut dengan uang elelctronik (e-money). Tahukah Anda apa itu uang elektronik? Uang elelctronik adalah APMK yang diterbitlcan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu kepada penerbit. Nilai Uang disimpan secara elektronik dalam suatu media server atau chip. Uang elelctronik dapat digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut. Nilai uang elektronik yang disetor oleh pemegang kartu bukan simpanan, artinya tidak dapat ditarik secara tunai.

Uang elektronik di Indonesia mulai berkembang sejak April 2007. Alat pembayaran non tunai yang praktis, ekonomis, dan menunjang gaya hidup menjadi pemicu semakin berkembangnya uang elektronik, Perkembangan uang elektronik juga didorong oleh kenyataan bahwa pembayaran non tunai dengan kartu debit dan kartu kredit dalam transaksi kurang praktis dan ekonomis, karena terdapat batasan minimal transaksi yang boleh menggunakan kartu debit atau kartu kredit seperti, minimal transaksi Rp 100.000,00 sehingga transaksi yang lebih kecil dari Rp. l00.000,00 masih menggunakan uang tunai yang memiliki beberapa kendala seperti faktor keamanan, kenyamanan, dan kemudahan.

Penggunaan uang elektronik masih terbatas karena antar-penerbit uang elektronik harus menjalin kerja sama dengan unit usaha/pedagang/merchant yang mau menerima pembayaran transaksi di tempat usahanya dengan uang elektronik. Biasanya penerbit uang elektronik bekerja sama dengan mini-market, mal, kafe, atau tempat anak muda biasanya berkumpul


B.       Produk Bank

A. Produk Penyimpanan

1. Tabungan

Tabungan merupakan produk simpanan di bank yang penyetoran dan penarikannya dapat dilakukan kapan saja.
Banyak orang merasa wajib menabung. Ada berbagai alasan mengapa orang perlu menabung. Diantara alasan-alasan tersebut yaitu:
a. Untuk mengumpulkan dana yang bisa digunakan untuk kepentingan masa depan.
b. Menggunakan tabungan sebagai tempat menyimpan uang untuk biaya hidup sehari-
hari.
Jika kita menabung di bank, kita akan mendapatkan bunga tabungan. Bunga ini berikan bank kepada nasabah agar uang yang disimpannya berkembang. Dengan begitu, nasabah akan rajin menabung.
Biasanya, bunga tabungan akan diberikan pada akhir bulan berdasarkan rata-rata harian bulan tersebut. Bunga bisa diberikan secara single rate bisa juga secara bertingkat. Single rate artinya berapapun jumlah uang di tabungan, tingkat bunganya sama. sedangkan bunga bertingkat yaitu semakin banyak uang tabungan, maka semakin tinggi bunga yang akan diberikan.

2. Deposito

Deposito yaitu produk simpanan bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja.
Sebagai contohnya, jika kamu menaruh uang Rp 1.000.000 pada deposito berjangka waktu 3 bulan, maka uang tersebut hanya bisa diambil setelah waktu 3 bulan berlalu. Kamu juga akan mendapatkan bunga pada saat waktu jatuh tempo.
Biasanya, bunga deposito lebih tinggi dibandingkan dengan bunga tabungan. Hal ini karena uangmu ditanam selama jangka waktu tertentu sehingga bank menjanjikan suku bunga lebih tinggi daripada tabungan yang bisa diambil setiap saat. Biasanya, inilah daya tarik utama deposito dibandingkan dengan tabungan.
Keuntungan lain dari deposito yaitu tidak adanya biaya administrasi bulanan meski tetap ada pajak deposito dan bungan deposito.

3. Giro

Giro merupakan rekening yang cocok untuk probadi yang sangat sering menggunakan jasa perbankan. Rekening giro adalah rekening yang uangnya bisa diambil setiap hari. Rekening ini dilengkapi dengan fasilitas pembayaran dengan cek dan giro bilyet.
Jika kamu bertransaksi dengan orang lain, kamu bisa membayarnya menggunakan cek atau giro bilyet. Cek adalah surat berharga di mana orang yang menerimanya bisa langsung menguangkannya di bank. Sedangkan giro bilyet yaitu surat berharga di mana orang yang menerimanya tidak bisa menguangkan giro itu di bank, melainkan disetorkan dalam rekening tabungan. Setelah itu, uang dapat diambil dari rekening.
Rekening giro biasanya tidak memberikan bunga. Kalaupun ada, bunganya kecil, dan disebut sebagai jasa giro. Sebagai timbale balik atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan, hampir semua bank mengenakan biaya administrasi kepada nasabah yang langsung dipotong dari rekening giro.

B. Layanan Peminjaman

Bank biasanya membedakan antara kredit yang diberikan kepada perusahaan dan kredit kepada individu. Meskipun demikian, yang dibicarakan di sini hanyalah layanan peminjaman yang diberikan secara perseorangan saja.
Pinjaman per individu biasanya dilakukan dengan kartu kredit, pinjaman bank atau kredit cicilan.

a. Kartu Kredit

Kartu kredit adalah kartu yang terbuat dari plastic yang bisa digunakan untuk membeli barang dengan cara kredit pada saat transaksi dilakukan.
Dengan demikian, seseorang tidak perlu membawa uang tunai pada saat bertransaksi di suatu tempata. Hal ini karena kartu kredit bisa digunakan sebagai pengganti uang cash.
Ada biaya transaksi yang dibebankan kepada konsumen pada saat setiap kali bertransaksi. Besarnya beragam, tergantung bank yang mengeluarkannya. Selain itu, ada juga bunga bulanan atau bunga tahunan. Iuran ini tetap harus dibayarkan meskipun pemiliknya tidak pernah memakai kartu kredit.

b. Pinjaman Bank

Pinjaman bank merupakan bentuk pinjaman uang dari bank kepada individu atau perusahaan dengan jangka waktu pengembalian yang ditentukan dengan tingkat bunga yang telah ditentukan. Biasanya, besar bunga akan tergantung pada besar nominal dan jangka waktu pengembalian uang tersebut.
Ada tida alasan utama mengapa sistem bunga diterapkan:
a) Peminjaman uang merupakan bisnis dengan resiko yang cukup tinggi. selalu saja ada kemungkinan debitur tidak akan mengembalikan uang yang telah dipinjamnya.
b) Nilai uang turun sejalan dengan waktu.

c. Kredit cicilan (Investment credit)

Kredit cicilan biasanya digunakan oleh konsumen untuk membeli barang seperti elektronik, komputer, rumah, atau kendaraan bermotor. Dengan adanya kredit cicilan, konsumen bbisa membawa barang tersebut pulang ke rumah setelah membayar uang muka. Pada bulan berikutnya, konsumen harus membayar cicilan ditembah dengan bungan hingga cicilan lunas. Lamanya kredit cicilan bisa beragam.
Bagaimana sobat bangkusekolah.com? Sudah jelas bukan mengenai materi produk penyimpanan dan layanan kredit? Ternyata masing-masing memiliki jenis yang beragam sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya hal tersebut, manusia bisa merasa lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan maupun menjalankan bisnis usahanya.
Kamupun bisa menabung di bank mulai dari sekarang. Uang tabungan bisa kamu gunakan untuk kebutuhan di masa yang akan datang.


C.        Jenis jenis Uang ~
Sejak berabad-abad yang lalu, masyarakat telah menyadari bahwa uang sangat penting peranannya dalam kegiatan perekonomian. Tanpa uang, kegiatan perekonomian menjadi sangat terbatas. Keadaan seperti ini akan membatasi perkembangan ekonomi yang akan dicapai. Semakin maju suatu negara, semakin penting peran uang dalam menggalakkan perekonomian. Setelah kemarin kita membahas mengenai Sejarah, Pengertian, Fungsi, Syarat, dan Nilai Uang, pada kesempatan kali ini Zona Siswa akan membahas mengenai jenis-jenis uang. Semoga bermanfaat. Check this out!!!

A. Berdasarkan Bahan

Uang jika dilihat dari bahan untuk membuatnya terdiri atas dua macam sebagai berikut.

  1. Uang Logam
Uang logam merupakan uang dalam bentuk koin yang terbuat dari logam. Bahan pembuat uang logam antara lain aluminium, kupronikel, broze, emas, perak, atau perunggu. Biasanya uang yang terbuat dari logam mempunyai nominal yang kecil. Di Indonesia uang logam terdiri atas pecahan Rp25,00; Rp50,00; Rp100,00; Rp200,00; Rp500,00; dan Rp1.000,00.

  1. Uang Kertas
Uang kertas merupakan uang yang bahannya terbuat dari kertas atau bahan lain. Uang kertas harus dibuat dengan bahan berkualitas tinggi yang tahan air, tidak mudah robek, dan tidak luntur. Uang kertas biasanya dibuat dalam nominal yang lebih besar sehingga mudah dibawa dan digunakan dalam transaksi sehari-hari. Pecahan uang kertas di Indonesia mulai dari Rp100,00; Rp500,00; Rp1.000,00; Rp5.000,00; Rp10.000,00; Rp20.000,00; Rp50.000,00; dan Rp100.000,00.

B.  Berdasarkan Nilai

Jenis uang dapat dilihat dari nilai yang terkandung pada uang tersebut. Nilai uang terdiri atas nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat uang dan nilai nominal yaitu nilai yang tertera dalam uang tersebut. Jenis uang berdasarkan nilainya terdiri atas dua jenis berikut.


  1. Bernilai Penuh (Full Bodied Money)
Uang bernilai penuh artinya uang yang nilai intrinsiknya sama dengan nilai nominalnya. Uang bernilai penuh biasanya terdapat pada uang logam mulia yang terbuat dari bahan emas atau perak.

  1. Bernilai Tidak Penuh (Representatif Full Bodied Money)
Uang jenis ini nilai instrinsiknya lebih kecil dari nilai nominalnya. Contoh uang ini adalah uang kertas.

Description: Jenis jenis Uang | www.zonasiswa.com


D.     Berdasarkan Lembaga yang Menerbitkan
Berdasarkan lembaga yang menerbitkan, uang dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Uang Kartal
Uang kartal adalah alat pembayaran sah yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara melalui bank sentral yang berupa uang logam dan uang kertas. Uang kartal di Indonesia dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan dicetak oleh Perusahaan Umum Per-cetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri). Uang kartal terdiri atas uang logam dan uang kertas.
  1. Uang Giral
Uang giral adalah alat pembayaran berupa bilyet giro, cek, dan pemindahan telegrafis yang dikeluarkan oleh bank kepada seseorang atau badan karena mempunyai simpanan rekening di bank yang bersangkutan. Uang giral diterbitkan oleh bank umum atau bank komersial.

    • Bilyet giro merupakan surat perintah dari nasabah bank kepada suatu bank agar bank tersebut memindahbukukan sejumlah uang dari rekening nasabah yang bersangkutan pada rekening nasabah lain yang ditunjuk. Bilyet giro tidak dapat ditukar dengan uang tunai.
    • Cek adalah surat perintah dari nasabah yang memiliki rekening giro pada sebuah bank agar bank tersebut membayar sejumlah uang secara tunai kepada pihak yang namanya tercantum dalam cek.
    • Pemindahan telegrafis (Telegraphic Transfer) merupakan pembayaran yang dilakukan dengan pemindahan antar rekening pada suatu bank tertentu melalui telegram. Cara ini dipilih apabila jarak orang yang melakukan transaksi berjauhan.

Berdasarkan Kawasan

Jenis uang ternyata juga dapat dilihat dari daerah atau wilayah berlakunya uang tersebut.
  1. Uang Lokal
Uang lokal adalah uang yang dipergunakan dalam satu negara tertentu. Misalnya rupiah yang digunakan di Indonesia, ringgit digunakan di Malaysia, dan rupee digunakan di India.
  1. Uang Regional
Uang regional digunakan oleh beberapa negara dalam satu kawasan tertentu. Penggunaan uang regional masih terbatas pada euro yang digunakan di kawasan Eropa. Akan tetapi, bukan tidak mungkin dengan pesatnya perdagangan bebas uang regional semakin banyak digunakan di beberapa kawasan perdagangan yang lain.
  1. Uang Internasional
Uang internasional merupakan uang yang berlaku antarnegara hampir di seluruh dunia dan menjadi standar pembayaran internasional. Contohnya US dolar yang sampai saat ini digunakan sebagai standar pembayaran internasional.

D.        Nama-nama Mata Uang di Dunia

       Inilah Nama-nama Mata Uang di Dunia dari Berbagai Negara

  1. Abbesinia, nama mata uang negaranya adalah Dollar
  2. Afghanistan, nama mata uang negaranya adalah Afgani
  3. Afrika Selatan, nama mata uang negaranya adalah Rand
  4. Afrika Tengah, nama mata uang negaranya adalah Franc
  5. Albanìa, nama mata uang negaranya adalah Lek
  6. Aljazair, nama mata uang negaranya adalah Dinar
  7. Amerìka, Serikat nama mata uang negaranya adalah Dollar
  8. Angola, nama mata uang negaranya adalah Kwanza
  9. Argentina, nama mata uang negaranya adalah Peso
  10. Australia, nama mata uang negaranya adalah Dollar
  11. Austria, nama mata uang negaranya adalah Shilling
  12. Bangladesh, nama mata uang negaranya adalah Taka
  13. Belanda, nama mata uang negaranya adalah Gulden
  14. Belgia, nama mata uang negaranya adalah Franc
  15. Bolivia, nama mata uang negaranya adalah Boliviamus
  16. Brazil, nama mata uang negaranya adalah Cruzeiro
  17. Brunei Darussalam, nama mata uang negaranya adalah Dollar
  18. Bulgaria, nama mata uang negaranya adalah Lev
  19. Chad, nama mata uang negaranya adalah Franc
  20. Canada, nama mata uang negaranya adalah Dollar
  21. Ceylon, nama mata uang negaranya adalah Rupes
  22. Chili, nama mata uang negaranya adalah Peso
  23. Cina, nama mata uang negaranya adalah Yuan
  24. Cekonama, mata uang negaranya adalah Koruna
  25. Denmark, nama mata uang negaranya adalah Krone
  26. Dominika, nama mata uang negaranya adalah Peso
  27. El Savador, nama mata uang negaranya adalah Kolon
  28. Ethopia, nama mata uang negaranya adalah Birr
  29. Equador, nama mata uang negaranya adalah Sucrve
  30. Filipina, nama mata uang negaranya adalah Peso
  31. Finlandia, nama mata uang negaranya adalah Markka
  32. Ghana, nama mata uang negaranya adalah Cedi
  33. Guatemala, nama mata uang negaranya adalah Queizal
  34. Haiti, nama mata uang negaranya adalah Courde
  35. Hongaria, nama mata uang negaranya adalah Forint
  36. Hongkong, nama mata uang negaranya adalah Dollar
  37. Honduras, nama mata uang negaranya adalah Lempira
  38. India, nama mata uang negaranya adalah Rupee
  39. Indonesia, nama mata uang negaranya adalah Rupiah
  40. Inggris, nama mata uang negaranya adalah Pound Sterling
  41. Irak, nama mata uang negaranya adalah Dinar
  42. Iran, nama mata uang negaranya adalah Real
  43. Irlandia, nama mata uang negaranya adalah Pound
  44. Israel, nama mata uang negaranya adalah Pound
  45. Islandia, nama mata uang negaranya adalah Krona
  46. Italia, nama mata uang negaranya adalah Lira
  47. Jamaika, nama mata uang negaranya adalah Dollar
  48. Jepang, nama mata uang negaranya adalah Yen
  49. Jerman, nama mata uang negaranya adalah Deutsche Mark
  50. Kamboja, nama mata uang negaranya adalah Riel
  51. Kamerun, nama mata uang negaranya adalah Franc
  52. Kenya, nama mata uang negaranya adalah Shilling
  53. Kolombia, nama mata uang negaranya adalah Peso
  54. Kongo, nama mata uang negaranya adalah Franc
  55. Korea Selatan, nama mata uang negaranya adalah Won
  56. Korea, Utara nama mata uang negaranya adalah Won
  57. Kuba, nama mata uang negaranya adalah Peso
  58. Kuwait, nama mata uang negaranya adalah Dinar
  59. Laos, nama mata uang negaranya adalah New Kip
  60. Libanon, nama mata uang negaranya adalah Pound
  61. Liberia, nama mata uang negaranya adalah Dollar
  62. Libya, nama mata uang negaranya adalah Dinar
  63. Luxemburg, nama mata uang negaranya adalah Frenc
  64. Malaysia, nama mata uang negaranya adalah Rìnggit
  65. Malvìnas, nama mata uang negaranya adalah Pound
  66. Maroko, nama mata uang negaranya adalah Dirham
  67. Mesir, nama mata uang negaranya adalah Pound
  68. Mexico, nama mata uang negaranya adalah Peso
  69. Monako, nama mata uang negaranya adalah Franc
  70. Mongolia, nama mata uang negaranya adalah Tugrik
  71. Mozambik, nama mata uang negaranya adalah Escudo
  72. Myanmar, nama mata uang negaranya adalah Kyat
  73. Namibia, nama mata uang negaranya adalah Rand
  74. Nepal, nama mata uang negaranya adalah Rupee
  75. Nikaragua, nama mata uang negaranya adalah Kordoba
  76. Nigerìa, nama mata uang negaranya adalah Naira
  77. Norwegia, nama mata uang negaranya adalah Kroon
  78. Oman, nama mata uang negaranya adalah Rial
  79. Palestina, nama mata uang negaranya adalah Dinar
  80. Pakistan, nama mata uang negaranya adalah Rupee
  81. Panama, nama mata uang negaranya adalah Balboa
  82. Papua, Nugini nama mata uang negaranya adalah Kina
  83. Paraguay, nama mata uang negaranya adalah Guarani
  84. Perancis, nama mata uang negaranya adalah Franc
  85. Peru, nama mata uang negaranya adalah Sole
  86. Polandia, nama mata uang negaranya adalah zioty
  87. Portugal, nama mata uang negaranya adalah Escudo
  88. Qatar, nama mata uang negaranya adalah Riyal
  89. Rumania, nama mata uang negaranya adalah Leu
  90. Saudi, Arabia nama mata uang negaranya adalah Riyal
  91. Senegal, nama mata uang negaranya adalah Franc
  92. Singapura, nama mata uang negaranya adalah Dollar
  93. Siprus, nama mata uang negaranya adalah Pound
  94. Srilanka, nama mata uang negaranya adalah Rupee
  95. Sudan, nama mata uang negaranya adalah Pound
  96. Suriah, nama mata uang negaranya adalah Pound
  97. Spanyol, nama mata uang negaranya adalah Peseta
  98. Suriname, nama mata uang negaranya adalah Guilder
  99. Swedia, nama mata uang negaranya adalah Kroon
  100. Swiss, nama mata uang negaranya adalah Franc
  101. Taiwan, nama mata uang negaranya adalah Dollar
  102. Tanzania, nama mata uang negaranya adalah Shilling
  103. Timor Leste, nama mata uang negaranya adalah Dollar
  104. Thailand, nama mata uang negaranya adalah Bath
  105. Selandia Baru, nama mata uang negaranya adalah Dollar
  106. Tunisia, nama mata uang negaranya adalah Dinar
  107. Turki, nama mata uang negaranya adalah Lira
  108. Uganda, nama mata uang negaranya adalah Shilling
  109. Uni Emirat Arab, nama mata uang negaranya adalah Dirham
  110. Uruguay, nama mata uang negaranya adalah Peso
  111. Vatikan, nama mata uang negaranya adalah Lira
  112. Venezuela, nama mata uang negaranya adalah Bolivar
  113. Vietnam, nama mata uang negaranya adalah Dong
  114. Yaman, nama mata uang negaranya adalah Imani
  115. Yordania, nama mata uang negaranya adalah Dinar
  116. Yunani, nama mata uang negaranya adalah Drachma
  117. Zaire, nama mata uang negaranya adalah Zaire
  118. Zambia, nama mata uang negaranya adalah Kwacha
  119. Zimbabwe, nama mata uang negaranya adalah Dollar
  120. Armenia, nama mata uang negaranya adalah Dram
  121. Azerbaijan, nama mata uang negaranya adalah Manat
  122. Kazakhstan, nama mata uang negaranya adalah Tenge
  123. Kirgystan, nama mata uang negaranya adalah Rubel
  124. Tajikistan, nama mata uang negaranya adalah Rouble
  125. Turkmenistan, nama mata uang negaranya adalah Manat
  126. Uzbekistan, nama mata uang negaranya adalah Som.

E.        Jenis-Jenis Mata Uang Yang Pernah Berlaku di Indonesia
A.   Mata Uang Kampua
Uang kampua disebut juga bida. Uang ini sangat unik dan langka. Dibuat dengan keterampilan tangan. Cara pembuatannya bukan dicetak tapi ditenun oleh putri-putri istana atau kalangan kerajaan. Mata uang ini beredar pada abad ke-19 di Kerajaan Buton, Sulawesi  Tenggara.
         Kemungkinan kampua merupakan uang tertua di Pulau Sulawesi. Selain di Buton, kampua juga pernah diberlakukan di Bine, Sulawesi Selatan, dengan bahan serat kayu. Menurut legenda, kampua diciptakan pertama kali oleh Ratu Buton yang kedua, Bulawambona. Dia memerintah sekitar abad ke-14.
         Keunikan lain uang kampua adalah agar terkendali maka jumlah dan corak uang ini ditentukan oleh ‘panitia’ pimpinan Menteri Besar Kerajaan yang disebut ‘Bonto Ogena’. Dialah yang melakukan pengawasan dan pencatatan atas setiap lembar kain kampua, baik yang telah selesia ditenun maupun yang sudah dipotong-potong.
        Pengawasan ‘Bonto Ogena’ juga dimaksudkan agar tidak muncul pemalsuan. Kerena itu, hampir setiap tahun motif dan corak kampua selalu diubah-ubah. Hukum disana memang sangat ketat dan berat. Barang siapa yang ketahuan membuat atau memalsukan uang kampua akan dipancung.
        Standar pemotongan kain kampua adalah dengan mengukur lebar dan panjangnya, yakni empat jari untuk lebarnya dan sepanjang telapak tangan mulai dari tulang pergelangan tangan sampai ke ujung jari tangan, untuk panjangnya. Tangan yang dipakai sebagai alat ukur adalah tangan sang ‘Bonto Ogena’ itu sendiri.
        Mata uang kampua banyak digunakan pada masa pemerintahan Sultan Dayan pada abad ke-14. Tapi diyakini pembuatannya sudah dilakukan pada pemerintahan raja sebelumnya.
        Disayangkan, informasi yang akurat belum di temukan. Kampua menjadi populer karena Sultan Dayan memerintahkan agar setiap transaksi menggunakan mata uang tersebut. Barang siapa yang ketahuan menggunakan mata uang lain, akan dihukum mati. Pada awal pembuatannya, standar yang dipakai sebagaai nilai tukar untuk satu ‘bida’ (lembar) kampua adalah sama dengan nilai satu butir telur ayam.
        Setelah Belanda memasuki wilayah Buton kira-kira tahun 1851, fungsi kampua sebagai alat tukar lambat laun mulai digantikan oleh uang-uang buatan “Kompeni”. Ditetapkan bahwa nilai tukar untuk 40 lembar kampua sama dengan 10 sen duit tembaga atau setiap empat lembar kampua mempunyai nilai sebesar satu sen. Walaupun demikian, kampua tetap digunakan pada desa-desa tertentu di Kepulauan Buton sampai 1940.
        Selain di Museum Nasional, koleksi uang kampua juga dimiliki Museum Bank Indonesia Jakarta Kota dan Museum Mpu Tantular Surabaya.


B.   Uang Tembaga
Uang Tembaga pernah berlaku di Indonesia. Dahulu di Jawa orang menggunakan potongan-potongan emas dan perak sebagai mata uang, seperti yang diberitakan oleh Kronik Cina dari zaman Dinasti Song (960-1279). Uang berupa potongan logam kasar berbentuk setengah bulat, segi empat atau segitiga. Potongan-potongan logam emas atau perak diberi cap yang menunjukan benda itu dapat digunakan sebagai alat tukar. Diperkirakan uang ini sudah digunakan sejak abad ke-7.
         Selain itu, ada mata uang zaman Hindhu-Budha yang berbentuk seperti kancing baju yang disebut uang Ma. Uang Ma juga ditemukan di Bali dan Sumatera, kebanyakan dibuat dari perak. Berat uang ini sekitar 2,4 gram ini berlaku di abad ke-9.
         Tak lama, uang Ma sudah tidak lagu dan diganti oleh uang baru yaitu, uang gobog. Uang gobog adalah sebutan untuk uang lokal Kerajaan Majapahit dan Kepeng Cina. Pada abad ke-14, banyak pedagang Cina yang bermukim di Tuban dan Gresik. Hal ini, membuat transaksi perdagangan masyarakat menggunakan mata uang tembaga (kepeng) Cina dan Dinasti. Dari sinilah, masyarakat mulai membuat uang yang menyerupai uang Kepeng Cinta yang dikenal dengan sebutan uang gobog. Uang tembaga ini mulai berkembang, mulai dari bentuk ataupun hiasan uangnya.

C.   Uang Krishnala
         Uang ini digunakan pada zaman kerajaan Jenggala (1042 – 1130 M).Pada zaman Daha dan Jenggala,uang – uang emas tetap dicetak dengan berat standar,walaupun mengalami proses perubahan bentuk dan desainnya.Koin emas yang semula berbentuk kotak berubah desain menjadi berbentuk bundar,sedanngkan koin peraknya mempunyai desain berbentuk cembung,dengan diameter amtara 13 – 14 cm.Pada waktu itu uang kepeng cina datang begitu besar,sehingga karena saking banyaknya uang yang beredar,akhirnya dipakai secara ‘’resmi’’ sebagai alat pembayaran,menggantikan secara total fungsi dari mata uang lokal emas dan perak

D.   Uang Golden (Gulden)
        Uang gulden (golden) adalah mata uang Belanda selama beberapa abad sebelum menggunakan Euro. Kata gulden berasal dari bahasa Belanda Kuno yang berarti `emas`. Indonesia telah menggunakan mata uang gulden Belanda sejak 1610-1817. Setelah tahun 1817, dikenal mata uang gulden Hindia-Belanda, yang digunakan sampai kedudukanJepang pada Perang Dunia II. Penggunaan uang gulden terakhir di Indonesiaadalah sebagai mata uang Nugini Belanda, yang hanya digunakan hinggatahun1963. Setelah itu penggunaan mata uang rupih mulai meluas.

E.   Jepang (Yen)
          Pemerintah Jepang menetapkan mata uang Yen sejak 27 Juni 1871 berdasarkan Shinka jōrei (peraturan pemerintahan tentang mata uang baru). Sebagai lambang digunakan tanda ¥ dan menurut ISO 4217 dilambangkan sebagai JPY. Bila ditulis dengan romaji (alih aksara dari bahasa jepang ke abjad latin)  menjadi Yen dan bukan En, karena di akhir zaman Keshogunan Tokugawa, aksara katakana (e) dibaca sebagai "je". Pada waktu itu, kota Edoditulis sebagai "Yedo", Pulau Ezo sebagai "Yezo", dan Ebisu ditulis sebagai "Yebisu".
            Ada beberapa penjelasan tentang asal usul penggunaan aksara kanji en (y, lingkaran) untuk menulis lambang mata uang Jepang. Salah satunya adalah tradisi orang Jepang melambangkan uang dengan lingkaran yang dibentuk dari jari telunjuk dan ibu jari. Ōkuma Shigenobu mengatakan semua orang Jepang pasti tahu bahwa aksara kanji untuk “lingkaran” berarti uang. Penjelasan lain mengatakan uang logam bentuknya bundar, sehingga aksara kanji untuk lingkaran digunakan untuk menyebut uang. Pada waktu itu di Hong Kong dikeluarkan uang logam bertuliskan Hong Kong ichi en (香港壱圓), dan ditiru pemerintah Jepang yang memakai aksara kanji untuk melambangkan mata uang Jepang, namun menggunakan aksara kanji bentuk baru.

F.    ORI (Oeang Republik Indonesia)
            Oeang Republik Indonesia atau ORI adalah mata uang  pertama yang dimiliki Republik Indonesia  setelah merdeka. Pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tetapi juga sebagai lambang utama negara merdeka.
            Resmi beredar pada 30 Oktober 1964 ORI tampil dalam bentuk uang kertas  bernominal satu sen dengan gambar muka keris terhunus dan gambar belakang teks UUD 1945. ORI ditandatangani Menteri Keuangan saat itu A.A. Maramis. Pada hari itu juga dinyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javasche Bank  tidak berlaku lagi. ORI pertama dicetak oleh Percetakan Canisius dengan desMeski masa peredaran ORI cukup singkat, namun ORI telah diterima di seluruh wilayah Republik Indonesia dan ikut menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajah. Pada Mei 1946, saat suasana di Jakarta genting, maka Pemerintah RI memutuskan untuk melanjutkan pencetakan ORI di daerah pedalaman, seperti di Yogyakarta , Surakarta dan Malang.  Namun peredaran ORI tersebut sangat terbatas dan tidak mencakup seluruh wilayah Republik Indonesia. Di Sumatera yang beredar adalah mata uang Jepang. Pada 8 April 1947 Gubernur Provinsi Sumatera mengeluarkan rupiah.

G.  Mata Uang Rupiah
         Rupiah merupakan mata uang resmi Indonesia. Mata uang dicetak dan diatur penggunaannya oleh Bank Indonesia dengan kode ISO 4217 IDR. Pada awalnya mata uang Indonesia bukanlah rupiah, melainkan Oeang Republik Indonesia atau ORI mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka.
         Kata “Rupiah” berasal dari kata “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun 1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia Belanda.
         Ada beberapa versi dari hasil googling yang TS dapatkan, yaitu :
    Versi pertama : Kata Rupiah berasal dari bahasa Sansekerta “Ru-Pya” dan juga dari kata “rupia” dalam bahasa Mongolia. Dua kata tersebut berarti perak.
      Versi kedua : Nama ini diambil dari mata uang India rupee.
      Versi ketiga : Ada legenda yang terjadi di lereng Merapi, ada seorag nenek bernama Rupiyah. Nenek ini punya kebun yang banyak pohon durian, pada masa pendududkan Jepang, saat tentara Jepang operasi terhadap gerilyawan Indonesia, melihat buah durian itu langsung menyerbu pohon durian itu, durian itu tidak diramapas tapi nenek itu dibayar pakai uang kertas, yang banyak beredar saat itu baru uang logam, uang benggol namanya (enak buat kerokan), nenek itu bingung mau dipakai buat apa, saking banyaknya, dibagi-bagikannya duit itu ke semua tetangga dan semua bingung, geleng-geleng kepalasambil berucap : RUPIYAH RUPIAH dan terkenallah uang itu dengan nama RUPIAH.
        Mata uang Rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu pendudukam Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama “Rupiah Hindia Belanda”. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang “Rupiah Jawa” sebagai pengganti.
Satuan di bawah rupiah
         Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan “Gulden Hindia Belanda”, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku di masa kolonial.
          Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting :
      Sen, seperseratus rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
      Cepeng, hepeng,  seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa peser, setengah sen.
      Pincang, satu setengah sen.
      Gobang atau benggol, dua setengah sen.
      Ketip / kelip / stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya).
      Picis, sepuluh sen (ada koin pecahannya).
      Tali, seperempat rupiah (25 sen, ada koin pecahaan 25 dan 50 sen).
      Terdapat pula satuan uang, yang nilainya adalah sepertiga tali.

Satuan di atas rupiah
            Terdapat dua satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi :
      Ringgit, dua setengah rupiah (pernah ada koin pecahaannya)
      Kupang, setengah ringgit.


BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan

Bersarkan makalah di atas, Indonesia telah mengalamai berbagai revolusi dalam penentuan mata uang, dari mata uang kampua hingga rupiah. Masing-masing mata uang dibuat dari beragam bahan, seperti emas, tembaga, perak, dan kertas. Walaupun memiliki bentuk yang berbeda-beda, tetapi mata uang tersebut memiliki fungsi yang sama yakni sebagai alat pembayaran. Setiap mata uang kehadirannya dipengaruhi oleh beberapa pihak, seperti uang gulden yang cenderung ke Belanda, uang yen cenderung ke Jenpang, dan yang lainnya cenderung dari kerajaan-kerajaan di nusantara. Di era sekarang, Indonesia menggunakan mata uang rupiah sebagai alat pembayaran.

B.   Saran

Di indonesia terdapat kurang lebihnya 7 jenis mata uang yang pernah berlaku, pelajar dan seluruh lapisan masyarakat yang hidup di era sekarang mungkin belum mengetahui bahwa ternyata terdapat bebagai jenis mata uang yang pernah berlaku di Indonesia. Maka dari itu, kami sarankan agar sisa dari mata uang tersebut di musiumkan di berbagai musium di Indonesia, dengan begitu pengunjung musium dapat menambah wawasan akan kehidupan Indonesia khususnya dalam bidang keuangan dari zaman ke zaman.


DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH SUMBER BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN

BABI PENDAHULUAN A.       Latar   Belakang Belajar di sekolah menjadi pola umum kehidupan warga masyarakat di Indonesia. Dewasa i...