TUGAS EKONOMI
“ALAT-ALAT
PEMBAYARAN DAN MATA UANG”

NAMA SISWA
KELAS X IIS.1
174334
NAMA SEKOLAH
TAHUN AJARAN
2017 – 2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita
panjatkan kepada Allah S.W.T atas limpahan rahmat dan hidayah Nya sehingga Makalah
Ekonomi berjudul “Alat-alat pembayaran dan mata uang” dapat terselesaikan,
meskipun jauh dari sempurna.
Laporan Makalah ini
disusun guna melengkapi tugas Ekonomi
Semoga Makalah ini
bermanfaat bagi pembaca, khususnya generasi muda. Agar dapat mengetahui lebih
banyak tentang mata uang.
Makalah
Alat-Alat Pembayaran
dan Mata Uang
ini disusun sebagai
upaya partisipasi untuk mengetahui lebih detil tentang alat-alat pembayaran dan
mata uang, khususnya pada anak-anak dan remaja.
Harapan makalah ini
dapat bermanfaat bagi para pembaca, khususnya para siswa.
Kami menyadari masih
terdapat berbagai kekurangan di sana-sini. Untuk itu segala saran dan kritik
demi perbaikan Makalah ini sangat kami harapkan.
Barru 20,
Februari 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
|
Halaman Judul ....................................................................................................
Kata Pengantar
....................................................................................................
DAFTAR
ISI ...................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................
A. Latar Belakang ........................................................................
B. Rumusan
Masalah .................................................................
C. Tujuan
.....................................................................................
BAB II PEMBAHASAN .........................................................................
A.
Alat pembayaran Tunai dan Nontunai ..................................
B.
Produk Bank
..........................................................................
C.
Jenis-Jenis Uang
....................................................................
D.
Nama-Nama Mata Uang di Dunia ........................................
E.
Jenis-Jenis Uang Yang Pernah Berlaku di Indonesia ............
BAB III PENUTUP
....................................................................................
A. Kesimpulan
.............................................................................
B. Saran .......................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................
|
i
ii
iii
1
1
1
1
2
2
4
7
10
13
17
17
17
18
|
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mata uang
terus berkembang dari zaman ke zaman. Di Indonesia terdapat lebih dari satu
mata uang yang pernah berlaku, seperti mata uang kampua, tembaga, krishnala,
dan yang lainnya. Setiap mata uang pasti memiliki sejarahnya masing-masing yang
akan dijelaskan di dalam makalah ini.
B. Rumusan Masalah
A.
Jenis-Jenis
alat pembayaran tunai dan nontunai
B.
Produk-produk
bank
C.
Jenis-jenis
uang
D.
Mata uang
E.
Jenis-jenis
mata uang yang pernah berlaku di indonesia
C. Tujuan
Tujuan
dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut:
Memenuhi
tugas Ekonomi dari guru kami
Menambah
wawasan
Sebagai
media pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN
Alat pembayaran
secara umum dibagi menjadi dua, yakni alat pembayaran tunai dan alat pembayaran
non tunai, Alat pembayaran tunai tiada lain adalah uang rupiah sebagaimana
sudah dijelaskan sebelumnya. Adapun alat pembayaran non tunai secara umum
dibagi menjadi dua, yaitu alat pembayaran berbasis kertas {paper based) antara
lain cek, bilyet giro, dan nota debet; alat pembayaran berbasis elektronik
(elektronic based) yakni kartu ATM/debit, kartu kredit dan uang elektronik
(e-money). Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan sebagai berikut.
Cek merupakan suatu
perintah kepada bank untuk membayarkan sejumlah dana. Cek dikenal ada tiga
macam, yaitu cek atas unjuk, cek atas nama, cek silang. Adapun giro bilyet
adalah surat perintah nasabah bank untuk memindahkan sejumlah uang dari
rekeningnya kepada rekening nasabah yang lain yang ditunjuk. Giro bilyet tidak
dapat ditukarkan dengan uang tunai di bank penerimanya.
Adapun Alat
Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) adalah alat. pembayaran berupa kartu kredit
dan kartu ATM/debit. Kartu kredit adalah APMK yang dapat digunakan untuk
berbelanja pada pedagang, sumber dana berasal dari pinjaman (kredit) yang
diberikan penerbit serta dikenakan bunga/denda jika membayar setelah jatuh
tempo atau angsuran. Kartu kredit dapat diartikan juga sebagai kartu yang
dikeluarkan oleh bank atau lembaga pembiayaan lainnya yang diberikan kepada
nasabah untuk digunakan sebagai alat pembayaran.
Adapun kartu ATM
adalah APMK yang dapat digunakan untuk melakukan tarik tunai, cek saldo,
transfer dana antar dan intra-bank, sumber dana berasal dari simpanan dan saldo
simpanan akan berkurang secara langsung pada saat transaksi. Kartu ATM dapat
diartikan juga sebagai alat pembayaran berbasis kartu yang penyelesaian
transaksinya dilakukan melalui mesin ATM. Layanan ATM di Indonesia mulai cliperkenallcan
pada awal 1990-an.
Adapun kartu debit
adalah APMK yang dapat digunakan untuk berbelanja pada pedagang dan debit
tunai, sumber dana berasal dari simpanan dan saldo simpanan akan berkurang
secara langsung pada saat transaksi. Kartu debit dapat diartikan juga sebagai
alat pembayaran berbasis kartu yang pembayarannya dilakukan dengan pendebetan
langsung ke rekening nasabah pada bank penerbit kartu. Beberapa bank penerbit
kartu telah mengombinasikan kartu debet dan kartu ATM dalam satu kartu (kartu
debit ATM).
Jika kartu debit
digunakan untuk bertransaksi di mesin ATM, maka kartu tersebut dikenai sebagai
kartu ATM. Namun, apabila digunakan untuk transaksi pembayaran dan pembelanjaan
non tunai dengan menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture), maka kartu
tersebut dikenai sebagai kartu debet.
Setiap pemegang kartu
diberikan nomor pribadi (Personal Identification Number - PIN) yang bersifat
rahasia untuk keamanan dan kewenangan melakukan transaksi. Untuk kartu debet,
selain otorisasi dengan PIN, dimungkinkan pula otorisasi dengan tanda tangan
seperti halnya kartu kredit. Batas (limit) transaksi kartu kredit dan kartu ATM
bergantung dari jenis kartunya. Umumnya terdiri atas limit jumlah dan frekuensi
transaksi, baik untuk penarikan tunai, belanja maupun transfer.
Selain kartu kredit,
kartu ATM/debit, terdapat pula apa yang disebut dengan uang elelctronik
(e-money). Tahukah Anda apa itu uang elektronik? Uang elelctronik adalah APMK
yang diterbitlcan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu kepada
penerbit. Nilai Uang disimpan secara elektronik dalam suatu media server atau
chip. Uang elelctronik dapat digunakan sebagai alat pembayaran kepada pedagang
yang bukan merupakan penerbit uang elektronik tersebut. Nilai uang elektronik
yang disetor oleh pemegang kartu bukan simpanan, artinya tidak dapat ditarik
secara tunai.
Uang elektronik di Indonesia mulai
berkembang sejak April 2007. Alat pembayaran non tunai yang praktis, ekonomis,
dan menunjang gaya hidup menjadi pemicu semakin berkembangnya uang elektronik,
Perkembangan uang elektronik juga didorong oleh kenyataan bahwa pembayaran non
tunai dengan kartu debit dan kartu kredit dalam transaksi kurang praktis dan
ekonomis, karena terdapat batasan minimal transaksi yang boleh menggunakan
kartu debit atau kartu kredit seperti, minimal transaksi Rp 100.000,00 sehingga
transaksi yang lebih kecil dari Rp. l00.000,00 masih menggunakan uang tunai
yang memiliki beberapa kendala seperti faktor keamanan, kenyamanan, dan
kemudahan.
Penggunaan uang
elektronik masih terbatas karena antar-penerbit uang elektronik harus menjalin
kerja sama dengan unit usaha/pedagang/merchant yang mau menerima pembayaran
transaksi di tempat usahanya dengan uang elektronik. Biasanya penerbit uang
elektronik bekerja sama dengan mini-market, mal, kafe, atau tempat anak muda
biasanya berkumpul
B. Produk Bank
A. Produk Penyimpanan
1. Tabungan
Tabungan merupakan produk simpanan di bank yang
penyetoran dan penarikannya dapat dilakukan kapan saja.
Banyak orang
merasa wajib menabung. Ada berbagai alasan mengapa orang perlu menabung.
Diantara alasan-alasan tersebut yaitu:
a. Untuk mengumpulkan dana yang bisa digunakan untuk kepentingan masa depan.
b. Menggunakan tabungan sebagai tempat menyimpan uang untuk biaya hidup sehari-
a. Untuk mengumpulkan dana yang bisa digunakan untuk kepentingan masa depan.
b. Menggunakan tabungan sebagai tempat menyimpan uang untuk biaya hidup sehari-
hari.
Jika kita menabung di bank, kita akan mendapatkan bunga
tabungan. Bunga ini berikan bank kepada nasabah agar uang yang disimpannya
berkembang. Dengan begitu, nasabah akan rajin menabung.
Biasanya, bunga tabungan akan diberikan pada akhir bulan
berdasarkan rata-rata harian bulan tersebut. Bunga bisa diberikan secara single
rate bisa juga secara bertingkat. Single rate artinya berapapun jumlah uang di
tabungan, tingkat bunganya sama. sedangkan bunga bertingkat yaitu semakin
banyak uang tabungan, maka semakin tinggi bunga yang akan diberikan.
2. Deposito
Deposito yaitu produk simpanan bank yang penyetorannya
maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja.
Sebagai contohnya, jika kamu menaruh uang Rp 1.000.000
pada deposito berjangka waktu 3 bulan, maka uang tersebut hanya bisa diambil
setelah waktu 3 bulan berlalu. Kamu juga akan mendapatkan bunga pada saat waktu
jatuh tempo.
Biasanya, bunga deposito lebih tinggi dibandingkan dengan
bunga tabungan. Hal ini karena uangmu ditanam selama jangka waktu tertentu
sehingga bank menjanjikan suku bunga lebih tinggi daripada tabungan yang bisa
diambil setiap saat. Biasanya, inilah daya tarik utama deposito dibandingkan
dengan tabungan.
Keuntungan lain dari deposito yaitu tidak adanya biaya
administrasi bulanan meski tetap ada pajak deposito dan bungan deposito.
3. Giro
Giro merupakan rekening yang cocok untuk probadi yang
sangat sering menggunakan jasa perbankan. Rekening giro adalah rekening yang
uangnya bisa diambil setiap hari. Rekening ini dilengkapi dengan fasilitas
pembayaran dengan cek dan giro bilyet.
Jika kamu bertransaksi dengan orang lain, kamu bisa
membayarnya menggunakan cek atau giro bilyet. Cek adalah surat berharga di mana
orang yang menerimanya bisa langsung menguangkannya di bank. Sedangkan giro
bilyet yaitu surat berharga di mana orang yang menerimanya tidak bisa
menguangkan giro itu di bank, melainkan disetorkan dalam rekening tabungan.
Setelah itu, uang dapat diambil dari rekening.
Rekening giro biasanya tidak memberikan bunga. Kalaupun
ada, bunganya kecil, dan disebut sebagai jasa giro. Sebagai timbale balik atas
pelayanan dan fasilitas yang diberikan, hampir semua bank mengenakan biaya
administrasi kepada nasabah yang langsung dipotong dari rekening giro.
B. Layanan Peminjaman
Bank biasanya membedakan antara kredit yang diberikan
kepada perusahaan dan kredit kepada individu. Meskipun demikian, yang
dibicarakan di sini hanyalah layanan peminjaman yang diberikan secara
perseorangan saja.
Pinjaman per individu biasanya dilakukan dengan kartu
kredit, pinjaman bank atau kredit cicilan.
a. Kartu Kredit
Kartu kredit adalah kartu yang terbuat dari plastic yang
bisa digunakan untuk membeli barang dengan cara kredit pada saat transaksi
dilakukan.
Dengan demikian, seseorang tidak perlu membawa uang tunai pada saat bertransaksi di suatu tempata. Hal ini karena kartu kredit bisa digunakan sebagai pengganti uang cash.
Ada biaya transaksi yang dibebankan kepada konsumen pada saat setiap kali bertransaksi. Besarnya beragam, tergantung bank yang mengeluarkannya. Selain itu, ada juga bunga bulanan atau bunga tahunan. Iuran ini tetap harus dibayarkan meskipun pemiliknya tidak pernah memakai kartu kredit.
Dengan demikian, seseorang tidak perlu membawa uang tunai pada saat bertransaksi di suatu tempata. Hal ini karena kartu kredit bisa digunakan sebagai pengganti uang cash.
Ada biaya transaksi yang dibebankan kepada konsumen pada saat setiap kali bertransaksi. Besarnya beragam, tergantung bank yang mengeluarkannya. Selain itu, ada juga bunga bulanan atau bunga tahunan. Iuran ini tetap harus dibayarkan meskipun pemiliknya tidak pernah memakai kartu kredit.
b. Pinjaman Bank
Pinjaman bank merupakan bentuk pinjaman uang dari bank
kepada individu atau perusahaan dengan jangka waktu pengembalian yang
ditentukan dengan tingkat bunga yang telah ditentukan. Biasanya, besar bunga
akan tergantung pada besar nominal dan jangka waktu pengembalian uang tersebut.
Ada tida alasan utama mengapa sistem bunga diterapkan:
a) Peminjaman uang merupakan bisnis dengan resiko yang cukup tinggi. selalu saja ada kemungkinan debitur tidak akan mengembalikan uang yang telah dipinjamnya.
b) Nilai uang turun sejalan dengan waktu.
a) Peminjaman uang merupakan bisnis dengan resiko yang cukup tinggi. selalu saja ada kemungkinan debitur tidak akan mengembalikan uang yang telah dipinjamnya.
b) Nilai uang turun sejalan dengan waktu.
c. Kredit cicilan (Investment credit)
Kredit cicilan biasanya digunakan oleh konsumen untuk
membeli barang seperti elektronik, komputer, rumah, atau kendaraan bermotor.
Dengan adanya kredit cicilan, konsumen bbisa membawa barang tersebut pulang ke
rumah setelah membayar uang muka. Pada bulan berikutnya, konsumen harus
membayar cicilan ditembah dengan bungan hingga cicilan lunas. Lamanya kredit
cicilan bisa beragam.
Bagaimana sobat bangkusekolah.com? Sudah jelas bukan
mengenai materi produk penyimpanan dan layanan kredit? Ternyata masing-masing
memiliki jenis yang beragam sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya hal
tersebut, manusia bisa merasa lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan maupun
menjalankan bisnis usahanya.
Kamupun bisa menabung di bank mulai dari sekarang. Uang
tabungan bisa kamu gunakan untuk kebutuhan di masa yang akan datang.
C.
Jenis jenis Uang ~
Sejak berabad-abad
yang lalu, masyarakat telah menyadari bahwa uang sangat penting peranannya
dalam kegiatan perekonomian. Tanpa uang, kegiatan perekonomian menjadi sangat
terbatas. Keadaan seperti ini akan membatasi perkembangan ekonomi yang akan
dicapai. Semakin maju suatu negara, semakin penting peran uang dalam
menggalakkan perekonomian. Setelah kemarin kita membahas mengenai Sejarah,
Pengertian, Fungsi, Syarat, dan Nilai Uang, pada kesempatan kali ini Zona
Siswa akan membahas mengenai jenis-jenis uang. Semoga bermanfaat. Check
this out!!!
A. Berdasarkan Bahan
Uang jika dilihat
dari bahan untuk membuatnya terdiri atas dua macam sebagai berikut.
- Uang Logam
Uang logam merupakan uang dalam bentuk koin yang
terbuat dari logam. Bahan pembuat uang logam antara lain aluminium, kupronikel,
broze, emas, perak, atau perunggu. Biasanya uang yang terbuat dari logam
mempunyai nominal yang kecil. Di Indonesia uang logam terdiri atas pecahan
Rp25,00; Rp50,00; Rp100,00; Rp200,00; Rp500,00; dan Rp1.000,00.
- Uang Kertas
Uang kertas merupakan uang yang bahannya terbuat
dari kertas atau bahan lain. Uang kertas harus dibuat dengan bahan berkualitas
tinggi yang tahan air, tidak mudah robek, dan tidak luntur. Uang kertas
biasanya dibuat dalam nominal yang lebih besar sehingga mudah dibawa dan
digunakan dalam transaksi sehari-hari. Pecahan uang kertas di Indonesia mulai
dari Rp100,00; Rp500,00; Rp1.000,00; Rp5.000,00; Rp10.000,00; Rp20.000,00;
Rp50.000,00; dan Rp100.000,00.
B. Berdasarkan
Nilai
Jenis uang dapat
dilihat dari nilai yang terkandung pada uang tersebut. Nilai uang terdiri atas
nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat uang dan nilai nominal yaitu
nilai yang tertera dalam uang tersebut. Jenis uang berdasarkan nilainya terdiri
atas dua jenis berikut.
- Bernilai Penuh (Full Bodied Money)
Uang bernilai penuh artinya uang yang nilai
intrinsiknya sama dengan nilai nominalnya. Uang bernilai penuh biasanya
terdapat pada uang logam mulia yang terbuat dari bahan emas atau perak.
- Bernilai Tidak Penuh (Representatif Full Bodied Money)
Uang jenis ini nilai instrinsiknya lebih kecil
dari nilai nominalnya. Contoh uang ini adalah uang kertas.
D.
Berdasarkan Lembaga yang Menerbitkan
Berdasarkan lembaga yang menerbitkan, uang dapat
dibedakan sebagai berikut.
- Uang Kartal
Uang kartal adalah alat pembayaran sah yang
dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara melalui bank sentral yang berupa uang
logam dan uang kertas. Uang kartal di Indonesia dikeluarkan oleh Bank Indonesia
dan dicetak oleh Perusahaan Umum Per-cetakan Uang Republik Indonesia (Perum
Peruri). Uang kartal terdiri atas uang logam dan uang kertas.
- Uang Giral
Uang giral adalah alat pembayaran berupa bilyet
giro, cek, dan pemindahan telegrafis yang dikeluarkan oleh bank kepada
seseorang atau badan karena mempunyai simpanan rekening di bank yang
bersangkutan. Uang giral diterbitkan oleh bank umum atau bank komersial.
- Bilyet giro merupakan surat perintah dari nasabah bank kepada suatu bank agar bank tersebut memindahbukukan sejumlah uang dari rekening nasabah yang bersangkutan pada rekening nasabah lain yang ditunjuk. Bilyet giro tidak dapat ditukar dengan uang tunai.
- Cek adalah surat perintah dari nasabah yang memiliki rekening giro pada sebuah bank agar bank tersebut membayar sejumlah uang secara tunai kepada pihak yang namanya tercantum dalam cek.
- Pemindahan telegrafis (Telegraphic Transfer) merupakan pembayaran yang dilakukan dengan pemindahan antar rekening pada suatu bank tertentu melalui telegram. Cara ini dipilih apabila jarak orang yang melakukan transaksi berjauhan.
Berdasarkan Kawasan
Jenis uang ternyata
juga dapat dilihat dari daerah atau wilayah berlakunya uang tersebut.
- Uang Lokal
Uang lokal adalah uang yang dipergunakan dalam
satu negara tertentu. Misalnya rupiah yang digunakan di Indonesia, ringgit
digunakan di Malaysia, dan rupee digunakan di India.
- Uang Regional
Uang regional digunakan oleh beberapa negara
dalam satu kawasan tertentu. Penggunaan uang regional masih terbatas pada euro
yang digunakan di kawasan Eropa. Akan tetapi, bukan tidak mungkin dengan
pesatnya perdagangan bebas uang regional semakin banyak digunakan di beberapa
kawasan perdagangan yang lain.
- Uang Internasional
Uang internasional merupakan uang yang berlaku
antarnegara hampir di seluruh dunia dan menjadi standar pembayaran
internasional. Contohnya US dolar yang sampai saat ini digunakan sebagai
standar pembayaran internasional.
D. Nama-nama Mata Uang di Dunia
Inilah Nama-nama Mata Uang di Dunia dari Berbagai Negara
- Abbesinia, nama mata uang negaranya adalah Dollar
- Afghanistan, nama mata uang negaranya adalah Afgani
- Afrika Selatan, nama mata uang negaranya adalah Rand
- Afrika Tengah, nama mata uang negaranya adalah Franc
- Albanìa, nama mata uang negaranya adalah Lek
- Aljazair, nama mata uang negaranya adalah Dinar
- Amerìka, Serikat nama mata uang negaranya adalah Dollar
- Angola, nama mata uang negaranya adalah Kwanza
- Argentina, nama mata uang negaranya adalah Peso
- Australia, nama mata uang negaranya adalah Dollar
- Austria, nama mata uang negaranya adalah Shilling
- Bangladesh, nama mata uang negaranya adalah Taka
- Belanda, nama mata uang negaranya adalah Gulden
- Belgia, nama mata uang negaranya adalah Franc
- Bolivia, nama mata uang negaranya adalah Boliviamus
- Brazil, nama mata uang negaranya adalah Cruzeiro
- Brunei Darussalam, nama mata uang negaranya adalah Dollar
- Bulgaria, nama mata uang negaranya adalah Lev
- Chad, nama mata uang negaranya adalah Franc
- Canada, nama mata uang negaranya adalah Dollar
- Ceylon, nama mata uang negaranya adalah Rupes
- Chili, nama mata uang negaranya adalah Peso
- Cina, nama mata uang negaranya adalah Yuan
- Cekonama, mata uang negaranya adalah Koruna
- Denmark, nama mata uang negaranya adalah Krone
- Dominika, nama mata uang negaranya adalah Peso
- El Savador, nama mata uang negaranya adalah Kolon
- Ethopia, nama mata uang negaranya adalah Birr
- Equador, nama mata uang negaranya adalah Sucrve
- Filipina, nama mata uang negaranya adalah Peso
- Finlandia, nama mata uang negaranya adalah Markka
- Ghana, nama mata uang negaranya adalah Cedi
- Guatemala, nama mata uang negaranya adalah Queizal
- Haiti, nama mata uang negaranya adalah Courde
- Hongaria, nama mata uang negaranya adalah Forint
- Hongkong, nama mata uang negaranya adalah Dollar
- Honduras, nama mata uang negaranya adalah Lempira
- India, nama mata uang negaranya adalah Rupee
- Indonesia, nama mata uang negaranya adalah Rupiah
- Inggris, nama mata uang negaranya adalah Pound Sterling
- Irak, nama mata uang negaranya adalah Dinar
- Iran, nama mata uang negaranya adalah Real
- Irlandia, nama mata uang negaranya adalah Pound
- Israel, nama mata uang negaranya adalah Pound
- Islandia, nama mata uang negaranya adalah Krona
- Italia, nama mata uang negaranya adalah Lira
- Jamaika, nama mata uang negaranya adalah Dollar
- Jepang, nama mata uang negaranya adalah Yen
- Jerman, nama mata uang negaranya adalah Deutsche Mark
- Kamboja, nama mata uang negaranya adalah Riel
- Kamerun, nama mata uang negaranya adalah Franc
- Kenya, nama mata uang negaranya adalah Shilling
- Kolombia, nama mata uang negaranya adalah Peso
- Kongo, nama mata uang negaranya adalah Franc
- Korea Selatan, nama mata uang negaranya adalah Won
- Korea, Utara nama mata uang negaranya adalah Won
- Kuba, nama mata uang negaranya adalah Peso
- Kuwait, nama mata uang negaranya adalah Dinar
- Laos, nama mata uang negaranya adalah New Kip
- Libanon, nama mata uang negaranya adalah Pound
- Liberia, nama mata uang negaranya adalah Dollar
- Libya, nama mata uang negaranya adalah Dinar
- Luxemburg, nama mata uang negaranya adalah Frenc
- Malaysia, nama mata uang negaranya adalah Rìnggit
- Malvìnas, nama mata uang negaranya adalah Pound
- Maroko, nama mata uang negaranya adalah Dirham
- Mesir, nama mata uang negaranya adalah Pound
- Mexico, nama mata uang negaranya adalah Peso
- Monako, nama mata uang negaranya adalah Franc
- Mongolia, nama mata uang negaranya adalah Tugrik
- Mozambik, nama mata uang negaranya adalah Escudo
- Myanmar, nama mata uang negaranya adalah Kyat
- Namibia, nama mata uang negaranya adalah Rand
- Nepal, nama mata uang negaranya adalah Rupee
- Nikaragua, nama mata uang negaranya adalah Kordoba
- Nigerìa, nama mata uang negaranya adalah Naira
- Norwegia, nama mata uang negaranya adalah Kroon
- Oman, nama mata uang negaranya adalah Rial
- Palestina, nama mata uang negaranya adalah Dinar
- Pakistan, nama mata uang negaranya adalah Rupee
- Panama, nama mata uang negaranya adalah Balboa
- Papua, Nugini nama mata uang negaranya adalah Kina
- Paraguay, nama mata uang negaranya adalah Guarani
- Perancis, nama mata uang negaranya adalah Franc
- Peru, nama mata uang negaranya adalah Sole
- Polandia, nama mata uang negaranya adalah zioty
- Portugal, nama mata uang negaranya adalah Escudo
- Qatar, nama mata uang negaranya adalah Riyal
- Rumania, nama mata uang negaranya adalah Leu
- Saudi, Arabia nama mata uang negaranya adalah Riyal
- Senegal, nama mata uang negaranya adalah Franc
- Singapura, nama mata uang negaranya adalah Dollar
- Siprus, nama mata uang negaranya adalah Pound
- Srilanka, nama mata uang negaranya adalah Rupee
- Sudan, nama mata uang negaranya adalah Pound
- Suriah, nama mata uang negaranya adalah Pound
- Spanyol, nama mata uang negaranya adalah Peseta
- Suriname, nama mata uang negaranya adalah Guilder
- Swedia, nama mata uang negaranya adalah Kroon
- Swiss, nama mata uang negaranya adalah Franc
- Taiwan, nama mata uang negaranya adalah Dollar
- Tanzania, nama mata uang negaranya adalah Shilling
- Timor Leste, nama mata uang negaranya adalah Dollar
- Thailand, nama mata uang negaranya adalah Bath
- Selandia Baru, nama mata uang negaranya adalah Dollar
- Tunisia, nama mata uang negaranya adalah Dinar
- Turki, nama mata uang negaranya adalah Lira
- Uganda, nama mata uang negaranya adalah Shilling
- Uni Emirat Arab, nama mata uang negaranya adalah Dirham
- Uruguay, nama mata uang negaranya adalah Peso
- Vatikan, nama mata uang negaranya adalah Lira
- Venezuela, nama mata uang negaranya adalah Bolivar
- Vietnam, nama mata uang negaranya adalah Dong
- Yaman, nama mata uang negaranya adalah Imani
- Yordania, nama mata uang negaranya adalah Dinar
- Yunani, nama mata uang negaranya adalah Drachma
- Zaire, nama mata uang negaranya adalah Zaire
- Zambia, nama mata uang negaranya adalah Kwacha
- Zimbabwe, nama mata uang negaranya adalah Dollar
- Armenia, nama mata uang negaranya adalah Dram
- Azerbaijan, nama mata uang negaranya adalah Manat
- Kazakhstan, nama mata uang negaranya adalah Tenge
- Kirgystan, nama mata uang negaranya adalah Rubel
- Tajikistan, nama mata uang negaranya adalah Rouble
- Turkmenistan, nama mata uang negaranya adalah Manat
- Uzbekistan, nama mata uang negaranya adalah Som.
E.
Jenis-Jenis Mata Uang
Yang Pernah Berlaku di Indonesia
A. Mata
Uang Kampua
Uang kampua disebut
juga bida. Uang ini sangat unik dan langka. Dibuat dengan keterampilan tangan.
Cara pembuatannya bukan dicetak tapi ditenun oleh putri-putri istana atau
kalangan kerajaan. Mata uang ini beredar pada abad ke-19 di Kerajaan Buton,
Sulawesi Tenggara.
Kemungkinan
kampua merupakan uang tertua di Pulau Sulawesi. Selain di Buton, kampua juga
pernah diberlakukan di Bine, Sulawesi Selatan, dengan bahan serat kayu. Menurut
legenda, kampua diciptakan pertama kali oleh Ratu Buton yang kedua,
Bulawambona. Dia memerintah sekitar abad ke-14.
Keunikan
lain uang kampua adalah agar terkendali maka jumlah dan corak uang ini
ditentukan oleh ‘panitia’ pimpinan Menteri Besar Kerajaan yang disebut ‘Bonto
Ogena’. Dialah yang melakukan pengawasan dan pencatatan atas setiap lembar kain
kampua, baik yang telah selesia ditenun maupun yang sudah dipotong-potong.
Pengawasan
‘Bonto Ogena’ juga dimaksudkan agar tidak muncul pemalsuan. Kerena itu, hampir
setiap tahun motif dan corak kampua selalu diubah-ubah. Hukum disana memang
sangat ketat dan berat. Barang siapa yang ketahuan membuat atau memalsukan uang
kampua akan dipancung.
Standar
pemotongan kain kampua adalah dengan mengukur lebar dan panjangnya, yakni empat
jari untuk lebarnya dan sepanjang telapak tangan mulai dari tulang pergelangan
tangan sampai ke ujung jari tangan, untuk panjangnya. Tangan yang dipakai
sebagai alat ukur adalah tangan sang ‘Bonto Ogena’ itu sendiri.
Mata
uang kampua banyak digunakan pada masa pemerintahan Sultan Dayan pada abad
ke-14. Tapi diyakini pembuatannya sudah dilakukan pada pemerintahan raja
sebelumnya.
Disayangkan,
informasi yang akurat belum di temukan. Kampua menjadi populer karena Sultan
Dayan memerintahkan agar setiap transaksi menggunakan mata uang tersebut.
Barang siapa yang ketahuan menggunakan mata uang lain, akan dihukum mati. Pada
awal pembuatannya, standar yang dipakai sebagaai nilai tukar untuk satu ‘bida’
(lembar) kampua adalah sama dengan nilai satu butir telur ayam.
Setelah
Belanda memasuki wilayah Buton kira-kira tahun 1851, fungsi kampua sebagai alat
tukar lambat laun mulai digantikan oleh uang-uang buatan “Kompeni”. Ditetapkan
bahwa nilai tukar untuk 40 lembar kampua sama dengan 10 sen duit tembaga atau
setiap empat lembar kampua mempunyai nilai sebesar satu sen. Walaupun demikian,
kampua tetap digunakan pada desa-desa tertentu di Kepulauan Buton sampai 1940.
Selain
di Museum Nasional, koleksi uang kampua juga dimiliki Museum Bank Indonesia
Jakarta Kota dan Museum Mpu Tantular Surabaya.
B. Uang Tembaga
Uang Tembaga pernah
berlaku di Indonesia. Dahulu di Jawa orang menggunakan potongan-potongan emas
dan perak sebagai mata uang, seperti yang diberitakan oleh Kronik Cina dari
zaman Dinasti Song (960-1279). Uang berupa potongan logam kasar berbentuk
setengah bulat, segi empat atau segitiga. Potongan-potongan logam emas atau
perak diberi cap yang menunjukan benda itu dapat digunakan sebagai alat tukar.
Diperkirakan uang ini sudah digunakan sejak abad ke-7.
Selain
itu, ada mata uang zaman Hindhu-Budha yang berbentuk seperti kancing baju yang
disebut uang Ma. Uang Ma juga ditemukan di Bali dan Sumatera, kebanyakan dibuat
dari perak. Berat uang ini sekitar 2,4 gram ini berlaku di abad ke-9.
Tak
lama, uang Ma sudah tidak lagu dan diganti oleh uang baru yaitu, uang gobog.
Uang gobog adalah sebutan untuk uang lokal Kerajaan Majapahit dan Kepeng Cina.
Pada abad ke-14, banyak pedagang Cina yang bermukim di Tuban dan Gresik. Hal
ini, membuat transaksi perdagangan masyarakat menggunakan mata uang tembaga
(kepeng) Cina dan Dinasti. Dari sinilah, masyarakat mulai membuat uang yang
menyerupai uang Kepeng Cinta yang dikenal dengan sebutan uang gobog. Uang
tembaga ini mulai berkembang, mulai dari bentuk ataupun hiasan uangnya.
C. Uang Krishnala
Uang
ini digunakan pada zaman kerajaan Jenggala (1042 – 1130 M).Pada zaman Daha dan
Jenggala,uang – uang emas tetap dicetak dengan berat standar,walaupun mengalami
proses perubahan bentuk dan desainnya.Koin emas yang semula berbentuk kotak
berubah desain menjadi berbentuk bundar,sedanngkan koin peraknya mempunyai
desain berbentuk cembung,dengan diameter amtara 13 – 14 cm.Pada waktu itu uang
kepeng cina datang begitu besar,sehingga karena saking banyaknya uang yang
beredar,akhirnya dipakai secara ‘’resmi’’ sebagai alat pembayaran,menggantikan
secara total fungsi dari mata uang lokal emas dan perak
D. Uang Golden (Gulden)
Uang
gulden (golden) adalah mata uang Belanda selama beberapa abad sebelum
menggunakan Euro. Kata gulden berasal dari bahasa Belanda Kuno yang berarti
`emas`. Indonesia telah menggunakan mata uang gulden Belanda sejak 1610-1817.
Setelah tahun 1817, dikenal mata uang gulden Hindia-Belanda, yang digunakan
sampai kedudukanJepang pada Perang Dunia II. Penggunaan uang gulden terakhir di
Indonesiaadalah sebagai mata uang Nugini Belanda, yang hanya digunakan
hinggatahun1963. Setelah itu penggunaan mata uang rupih mulai meluas.
E. Jepang (Yen)
Pemerintah
Jepang menetapkan mata uang Yen sejak 27 Juni 1871 berdasarkan Shinka
jōrei (peraturan pemerintahan tentang mata uang baru). Sebagai lambang
digunakan tanda ¥ dan menurut ISO 4217 dilambangkan
sebagai JPY. Bila ditulis dengan romaji (alih aksara dari
bahasa jepang ke abjad latin) menjadi Yen dan bukan En,
karena di akhir zaman Keshogunan Tokugawa, aksara katakana エ (e) dibaca sebagai
"je". Pada waktu itu, kota Edoditulis sebagai "Yedo", Pulau Ezo sebagai
"Yezo", dan Ebisu ditulis sebagai
"Yebisu".
Ada beberapa penjelasan tentang asal usul penggunaan aksara kanji en (円y, lingkaran) untuk
menulis lambang mata uang Jepang. Salah satunya adalah tradisi orang Jepang
melambangkan uang dengan lingkaran yang dibentuk dari jari telunjuk dan ibu
jari. Ōkuma Shigenobu mengatakan semua orang Jepang pasti tahu bahwa aksara
kanji untuk “lingkaran” berarti uang. Penjelasan lain mengatakan uang logam
bentuknya bundar, sehingga aksara kanji untuk lingkaran digunakan untuk
menyebut uang. Pada waktu itu di Hong Kong dikeluarkan uang logam bertuliskan
Hong Kong ichi en (香港壱圓), dan ditiru
pemerintah Jepang yang memakai aksara kanji 圓 untuk melambangkan
mata uang Jepang, namun menggunakan aksara kanji bentuk baru.
F. ORI (Oeang Republik Indonesia)
Oeang Republik Indonesia atau ORI adalah mata uang pertama yang dimiliki
Republik Indonesia setelah merdeka. Pemerintah memandang perlu untuk
mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran
yang sah tetapi juga sebagai lambang utama negara merdeka.
Resmi beredar pada 30 Oktober 1964 ORI tampil dalam bentuk uang kertas
bernominal satu sen dengan gambar muka keris terhunus dan gambar belakang teks
UUD 1945. ORI ditandatangani Menteri Keuangan saat itu A.A. Maramis. Pada hari
itu juga dinyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javasche Bank tidak
berlaku lagi. ORI pertama dicetak oleh Percetakan Canisius dengan desMeski masa
peredaran ORI cukup singkat, namun ORI telah diterima di seluruh wilayah
Republik Indonesia dan ikut menggelorakan semangat perlawanan terhadap
penjajah. Pada Mei 1946, saat suasana di Jakarta genting, maka Pemerintah RI
memutuskan untuk melanjutkan pencetakan ORI di daerah pedalaman, seperti di
Yogyakarta , Surakarta dan Malang. Namun peredaran ORI tersebut sangat
terbatas dan tidak mencakup seluruh wilayah Republik Indonesia. Di Sumatera
yang beredar adalah mata uang Jepang. Pada 8 April 1947 Gubernur Provinsi
Sumatera mengeluarkan rupiah.
G. Mata Uang Rupiah
Rupiah
merupakan mata uang resmi Indonesia. Mata uang dicetak dan diatur penggunaannya
oleh Bank Indonesia dengan kode ISO 4217 IDR. Pada awalnya mata uang Indonesia
bukanlah rupiah, melainkan Oeang Republik Indonesia atau ORI mata uang pertama
yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka.
Kata
“Rupiah” berasal dari kata “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah
menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun
1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia Belanda.
Ada
beberapa versi dari hasil googling yang TS dapatkan, yaitu :
Versi pertama : Kata
Rupiah berasal dari bahasa Sansekerta “Ru-Pya” dan juga dari kata “rupia” dalam
bahasa Mongolia. Dua kata tersebut berarti perak.
Versi kedua : Nama
ini diambil dari mata uang India rupee.
Versi ketiga : Ada
legenda yang terjadi di lereng Merapi, ada seorag nenek bernama Rupiyah. Nenek
ini punya kebun yang banyak pohon durian, pada masa pendududkan Jepang, saat
tentara Jepang operasi terhadap gerilyawan Indonesia, melihat buah durian itu
langsung menyerbu pohon durian itu, durian itu tidak diramapas tapi nenek itu
dibayar pakai uang kertas, yang banyak beredar saat itu baru uang logam, uang
benggol namanya (enak buat kerokan), nenek itu bingung mau dipakai buat apa,
saking banyaknya, dibagi-bagikannya duit itu ke semua tetangga dan semua
bingung, geleng-geleng kepalasambil berucap : RUPIYAH RUPIAH dan terkenallah
uang itu dengan nama RUPIAH.
Mata
uang Rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu pendudukam
Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama “Rupiah Hindia Belanda”. Setelah
berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank
Indonesia) memperkenalkan mata uang “Rupiah Jawa” sebagai pengganti.
Satuan di bawah
rupiah
Rupiah
memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan
nilainya dengan “Gulden Hindia Belanda”, sehingga dipakai pula satuan-satuan
yang lebih kecil yang berlaku di masa kolonial.
Berikut
adalah satuan-satuan yang pernah dipakai namun tidak lagi dipakai karena
penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting :
Sen, seperseratus
rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
Cepeng, hepeng,
seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa peser, setengah sen.
Pincang, satu
setengah sen.
Gobang atau benggol,
dua setengah sen.
Ketip / kelip /
stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya).
Picis, sepuluh sen
(ada koin pecahannya).
Tali, seperempat
rupiah (25 sen, ada koin pecahaan 25 dan 50 sen).
Terdapat pula satuan
uang, yang nilainya adalah sepertiga tali.
Satuan di atas rupiah
Terdapat dua satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi :
Ringgit, dua setengah
rupiah (pernah ada koin pecahaannya)
Kupang, setengah
ringgit.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Bersarkan makalah di atas, Indonesia telah mengalamai
berbagai revolusi dalam penentuan mata uang, dari mata uang kampua hingga
rupiah. Masing-masing mata uang dibuat dari beragam bahan, seperti emas,
tembaga, perak, dan kertas. Walaupun memiliki bentuk yang berbeda-beda, tetapi
mata uang tersebut memiliki fungsi yang sama yakni sebagai alat pembayaran.
Setiap mata uang kehadirannya dipengaruhi oleh beberapa pihak, seperti uang
gulden yang cenderung ke Belanda, uang yen cenderung ke Jenpang, dan yang
lainnya cenderung dari kerajaan-kerajaan di nusantara. Di era sekarang,
Indonesia menggunakan mata uang rupiah sebagai alat pembayaran.
B. Saran
Di indonesia terdapat kurang lebihnya 7 jenis mata
uang yang pernah berlaku, pelajar dan seluruh lapisan masyarakat yang hidup di
era sekarang mungkin belum mengetahui bahwa ternyata terdapat bebagai jenis
mata uang yang pernah berlaku di Indonesia. Maka dari itu, kami sarankan agar
sisa dari mata uang tersebut di musiumkan di berbagai musium di Indonesia,
dengan begitu pengunjung musium dapat menambah wawasan akan kehidupan Indonesia
khususnya dalam bidang keuangan dari zaman ke zaman.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar